Selasa, 02 Oktober 2012

Fanfic
Harapan Terakhir
                Malam itu suasana hening di markas akatsuki. Semua sedang menjalankan tugas. Hanya ada Sasori dan deidara.
‘’Tuan, ada seseorang yang mengagumi ledakan ku.’’ Ucap Deidara memulai pembicaraan dan mengambil posisi duduk disebelah Sasori.
‘’Memangnya ada yang menyukai ledakan aneh mu yang selalu kau bilang seni itu?’’ Sasori melirik sinis kearah Deidara.
‘’Sudah berapa kali ku bilang tuan, ledakan ku adalah seni hebat. Seni adalah keindahan yang terlihat cantik, rapuh, dan lenyap dalam sekejap. Hmmm.’’ Deidara terus membela diri.
‘’Apa kau bilang.. ledakan  itu seni? Yang namanya seni adalah sesuatu yang akan tersisa dimasa depan yang jauh dan jadi indah. Keindahan abadi adalah seni.’’ Sasori tidak mau kalah. Setiap saat mereka hanya berdebat tentang seni. Tidak peduli dalam kondisi seperti apapun mereka selalu saja berdebat.
‘’Maaf  tuan, seni ku adalah ledakan, berbeda dengan pertunjukan boneka milik tuan.’’ Deidara terus saja semakin membela diri.
‘’Sudahlah, aku bosan selalu berdebat dengan mu. Apa yang ingin kau bicarakan tadi?’’ sepertinya Sasori penasaran juga dengan kata-kata Deidara di awal percakapan mereka tadi.
‘’Ada seorang perempuan yang mengagumi seniku, terbukti kan tuan, seni ku memang di akui dunia.’’ Deidara berucap dengan bangganya.
‘’Dunia kau bilang? Hanya di kagumi satu orang wanita saja sudah besar kepala.’’ Sasori benar-benar merasa heran dengan tingkah Deidara.
‘’Oh wajar saja aku  besar kepala, Tuan kan tidak pernah di kagumi wanita manapun.’’ Ucap Deidara blak-blakan.
‘’Deidara.. kau ingin membuatku marah?’’ Sasori benar-benar tersinggung.
‘’Maaf Tuan.. tapi aku bicara apa adanya, aku tidak pernah melihat tuan dengan wanita manapun selama ini.’’ Ucap Deidara sambil menengadah kan kepala nya ke  atas, seperti berharap akan ada jawaban turun dari atas sana.
            Sejenak suasana kembali hening. Seakan tak ada suara apapun yang bisa terdengar. Sasori mulai memikirkan kata-kata Deidara. Apa yang dikatakan Deidara benar. Tak ada seorang wanita pun yang menyukai apalagi sampai mengagumi  Sasori. Bahkan mungkin wanita akan takut melihat wajah sasori dan badan nya yang seperti jalan ngesot itu.Semua wanita hanya menilai dari fisik sasori. Dari luarnya saja. Padahal itu bukan wujud aslinya. Hanya Deidara dan anggota akatsuki lainnya yang tau wujud Sasori yang sebenarnya.
‘’Tak ada yang menyukai ku dengan tulus… semua melihat dari luar ku.’’ Sasori akhirnya bicara dengan nada lirih.
‘’Kenapa tuan tidak keluar saja dari kugutsu* tuan itu? Pasti semua wanita menyukai tuan.’’ Deidara mengubah posisi duduknya dan mulai serius menatap Sasori.
‘’Memang benar semua wanita akan suka dengan wujud asliku, tapi untuk apa itu semua, mereka hanya menyukai parasku. Aku ingin ada seseorang yang menyukai ku tanpa melihat wujud asliku terlebih dahulu.’’ Sekarang giliran Sasori yang menengadahkan kepalanya keatas.
‘’Tuan benar, aku yakin akan ada seseorang yang tuan harapkan.’’ Deidara terus memandang Sasori. Ada harapan besar yang bisa dilihatnya dari raut wajah Sasori.
‘’Terimakasih, kamu sudah siap untuk misi kita selanjutnya?’’ Sasori mengalihkan pembicaraan.
‘’Aku selalu siap tuan, tinggal sedikit lagi aku berlatih ledakan baru yang lebih tinggi nilai seninya.’’
‘’Sudahlah, membicarakan seni bisa membuatku marah padamu.’’ Sasori memilih meninggalkan Deidara dan mulai istirahat. 

Two weeks later
            ‘’Yang namanya seniman itu, kalau tidak mencari stimuli yang lebih kuat perasaan nya akan jadi tumpul tuan dan musuh kita tadi lumayan kuat.’’ Ucap Deidara di pertengahan jalan setelah mereka menyelesaikan misi mereka.
‘’Sebagai sesama seniman, kali ini aku setuju denganmu deidara.’’ Jawab Sasori dengan santai.
‘’Tranggg…’’  sebuah shuriken** mengenai bagian boneka Sasori yang seperti ekor.
 ‘’Rupanya ada yang sedang main-main dengan kita tuan.’’ Deidara menengok ke arah belakang mereka.
‘’Maaf, aku Cuma lagi iseng melempar shuriken, tak sengaja mengenai kalian.’’ Seorang wanita dari Negara pasir bernama Temari menghampiri mereka dengan wajah bersalah dan meminta maaf.
‘’Beraninya kamu mengenai tuan Sasori.’’ Deidara menatap sinis kearah Temari.
 ‘’Sudahlah Deidara, dia tidak bersalah dan juga tidak sedikitpun melukaiku.’’ Sasori berkata tanpa melihat Temari sedikitpun.
‘’Maafkan aku, aku rela melakukan apapun asal kau memaafkanku.’’ Temari memohon.
‘’Terserah Tuan Sasori saja, aku ingin pergi, masih banyak urusan yang belum ku selesaikan.’’ Deidara lekas meninggalkan Sasori dan Temari.
 ‘’Sekali lagi mmm.. mmaafkann aku tuan.’’
‘’Sudahlah, sama sekali bukan masalah, dan jangan panggil aku tuan, cukup Sasori.’’ Sekarang Sasori dan Temari berhadapan.
‘’Terimakasih Sasori, Namaku Temari. Kamu  dari mana? Aku benar-benar tidak melihatmu tadi.’’
‘’Menyelesaikan misi.’’ Sasori masih saja bicara kaku.
‘’Wah.. pasti capek.. silahkan kalau kamu ingin pulang. Kapan-kapan mau nggak ku traktir Ramen? Sebagai permintaan maaf ku?’’ Sasori tertegun sejenak, seumur hdup nya baru ada satu orang wanita yang mengajaknya jalan seperti hari ini.
‘’Besok temui saja aku lagi disini.’’ Ucap Sasori dan mereka berdua berpisah.

Three months later
            Seiring berjalannya waktu Sasori dan Temari semakin akrab. Mereka sering jalan bareng, dan saling berbagi. Baru kali ini Sasori bisa sedekat ini dengan seorang perempuan. Sepertinya Sasori mulai menyukai Temari. Begitu pula dengan Temari. Mereka menjadi sangat akrab. Suatu hari Sasori mengatakan bahwa yang dilihat Temari bukan wujud aslinya. Temari terkejut.
            ‘’Seperti apapun wujudku yang sebenarnya, maukah kamu masih berhubungan denganku Temari?’’ Tanya Sasori di suatu sore.
            ‘’Tentu saja, aku akan tetap menemanimu.’’ Temari yakin
            ‘’Berbalik lah.’’
            ‘’Baiklah.’’ Jantung Temari berdekat sangat cepat seakan ingin keluar, dia membayangkan seperti apa Sasori dengan wujud aslinya.
            ‘’Berbalikalah, lihat aku Temari.’’
Dengan perlahan Temari memalingkan wajah nya. Tak ada suara. Temari tertegun. Tak pernah disangka nya sdkitpun Sasori setampan itu, dengan keadaanSasori yang dulu pun ia sudah sangat suka.
            ‘’Beginilah aku Temari.’’ Sasori berkata sambil menatap tajam kearah mata Temari
            ‘’Kau lebih dari yang kupikirkan, dengan keadaanmu di dalam kugutsu itu saja aku sudah suka, dan sekarang…’’
            ‘’Apa? Kamu juga menyukaiku Temari?’’
            ‘’Maaf Sasori, aku menyukaimu sejak pertemuan kita yang pertama. Aku menyukaimu dan menyanyangimu tanpa alasan apapun.’’
            ‘’Temari.. aku juga sama. Aku sangat mencintaimu. Maukah kau menjalani hidup denganku?’’
Temari tiba-tiba menangis. Itu membuat Sasori sangat panik.
            ‘’Apa yang salah dari kata-kataku? Apa aku menyakitimu?’’ Sasori mengenggam tangan Temari.
            ‘’Aku bahagia Sasori. Aku mau.’’ Air mata nya semakin deras.

One months later
           
            Derap langkah dua orang terdengar jelas di telinga Temari. Ditengoknya kebelakang dan segera di lihatnya orang yang sudah tak asing lagi. Deidara dan Konan dari Akatsuki.
            ‘’Ada apa? Mana Sasori?’’ Tanya Temari yang tak melihat kehadiran Sasori
            ‘’Kita kehilangan ahli kugutsu.’’ Ucap Konan dengan ekpresi datar.
            ‘’Apa maksud kalian?’’ Temari mulai merasa khawatir, dia tahu betul ahli kugutsu itu adalah Sasori.
            ‘’Tuan Sasori tewas di tangan neneknya sendiri.’’ Deidara mengucapkan dengan wajar datar pula.
            ‘’Apa.. tewas? Aku mohon jangan permainkan aku.’’ Temari tidak percaya.
            ‘’Iya.. Sasori tewas di tangan nenek Chiyo. Nenek nya sendiri, tapi aku tau persis siapa tuan Sasori, dia tak kan terkalah kan hanya karena seorang Nenek. Sasori mengalah. Sejak kecil orang tua Sasori sudah tidak ada. Tuan Sasori begitu kesepian sampai dia membuat kugutsu ayah ibunya sendiri. Itu kugutsu pertama yang dibuat Sasori. Dia mainkan kugutsu itu dengan tangan-tangan nya sendiri, seolah-olah ada keluarga yang utuh disekitarnya. Dia hanya ditemani nenek Chiyo. Namun Tuan Sasori merasa bersalah karna telah meninggalkan neneknya. Dia rela di bunuh oleh neneknya sendiri dalam suatu misi.’’
            Temari tertegun, air matanya mengalir melewati pipinya. Temari menangis terisak-isak. Dia tak sanggup berkata-kata. Ada sakit yang teramat sangat dirasakannya.
            ‘’Temari.. percayalah.. Sasori sangat bahagia karna telah mengenalmu. Orang seperti kamu lah harapan terakhir dihidupnya. Dan dia sudah mendapatkan itu.’’ Konan berucap sambil menahan air mata yang sudah bertumpuk dipelupuk matanya.

The End

*Kugutsu adalah gaya ninjutsu pertempuran yang unik, teknik ini menggunakan benang cakra untuk mengontrol seperti boneka.




**Shuriken adalah senjata lempar yang digunakan hampir semua ninja. Bentuknya bermacam-macam ada yang bintang empat, bintang tiga, ataupun bintang lima.








Tokoh-tokoh dalam fanfic saya

1. Sasori
            Nama                          : Sasori
            Julukan                       : Akasuna Sasori (sasori si pasir merah)
            Lahir                            : 8 November
            Tampil pertama         : Naruto vol.28 (ch. 247)
            Umur                           : 35(almarhum)
            Desa                            : Sunagakure
            Teman                         : Orochimaru
                                                  Deidara
            Keluarga                     : Ayah, Ibu, Nenek Chiyo, paman kakek ebizo
            Kemampuan               :
§  Chakura no ito
§  Hito kugutsu
§  Satetsu kaiho
§  Senno sosa no jutsu
§  Akahigi
§  Senjosobu
Peralatan              : Satetsu, kalajengking,hiruko,racun,ayah dan ibu, kazekage
  ke 3, jarum, boneka




2. Deidara
            Nama                          : Deidara
            Lahir                            : 5 Mei
            Tampil pertama         : Naruto shipudden eps #2 (ch.247)
            Umur                           : 19 (almarhum)
            Pendudukan              : Teroris bomber
            Kemampuan               :
§  Kyukyoku Geijutsu
§  Jibaku bunshin
§  Kage bunshin no jutsu
§  Nendo bunshin
§  Doton: Moguragakure no jutsu






3. Temari
            Nama                          : Temari
            Lahir                            : 23 Agustus
            Umur                           : 15
            Desa                            : Pasir
            Keluarga                     : Kazekage (ayah), Gaara dan Kankurou (Saudara)
            Kemampuan               : Temari memiliki elemendasar angin, yang ia kembangkan
                                                  Kipas raksasanya







4. Konan
            Nama                          : Konan
            Lahir                            : 2o Februari
            Umur                           : -
            Jenis kelamin              : Perempuan
            Desa                            : Amegakure
            Kemampuan               :
§  Shikagami no mai
§  Kami bunshin
§  Kami shuriken
§  Kami no sisha no jutsu







5. Nenek Chiyo
            Nama                          : Chiyo
            Lahir                            : 15 Oktober
            Umur                           : 73
            Desa                            : Konohagakure
            Keluarga                     : Sasori (cucu), Ebizou (Adik)
            Kemampuan               :
§  Taijutsu
§  Kisho Tensei







Tentang Penulis
Nama                          : Hairun Nisa
Nama Panggilan        : Echa
TTL                              : Sungai Alat, 30 April 1994
Facebook                    : Echa Hairuen Niysa
Twitter                                    : @eychea



3 komentar:

  1. aikhhhh Muuaannteepp pisan ' muaaachh muacchh dah' hew

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasihh.. Hee nantikan tulisan selanjutnya :)

      Hapus